Senin, 28 September 2015

Social Engineering Dalam Dunia Cyber Crime

Social Engineering adalah pemerolehan informasi dengan cara menipu pemilik informasi tersebut. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.
 
 (www.csrinc.com)
 
Teknik yang paling dasar dalam social engineering, dapat menyelesaikan tugas penyerang secara langsung yaitu, penyerang tinggal meminta apa yang diinginkannya: password, akses ke jaringan, peta jaringan, konfigurasi sistem, atau kunci ruangan. Memang cara ini paling sedikit berhasil, tapi bisa sangat membantu dalam menyelesaikan tugas penyerang.
 
Social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Seperti kita tahu, tidak ada sistem komputer yang tidak melibatkan interaksi manusia. Dan parahnya lagi, celah keamanan ini bersifat universal, tidak tergantung platform, sistem operasi, protokol, software ataupun hardware. Artinya, setiap sistem mempunyai kelemahan yang sama pada faktor manusia. Setiap orang yang mempunyai akses kedalam sistem secara fisik adalah ancaman, bahkan jika orang tersebut tidak termasuk dalam kebijakan kemanan yang telah disusun. Seperti metoda hacking yang lain, social engineering juga memerlukan persiapan, bahkan sebagian besar pekerjaan meliputi persiapan itu sendiri.
 
Dalam Social Engineering memang tidak ada level yang jelas, namun tahapan  lebih tepatnya mampu menganalisa terhadap respon manusia walaupun faktor psikologis terwujud dalam dunia cyber namun teknik ini mampu menerjemahkan ke dalam factor karakter atau sifat manusia secara nyata. Dalam kenyataannya ketika kita bertatap muka dengan orang lain, ada rasa menghargai dan kesan terhadap sifat ketika berkomunikasi secara langsung. Sedangkan dalam dunia cyber yang menyangkut Social Engineering teknik membaca karakter manusia sering disebut kemampuan memanipulasi karakter.

Contoh kasus Social Engineering di Cyber Crime yang sedang marak saat ini adalah menggunakan Bukti Transfer Palsu saat melakukan transaksi online
 
(mmmku.weebly.com)
 
Bagi seorang penjual pasti sudah tidak asing lagi dengan foto-foto seperti di atas ini, pembeli online banyak menggunakan cara ini untuk mengkonfirmasi pembayaran pada produk yang di belinya secara online. Dengan cara mengirimkan bukti transfer via BBM, Whatsapp, Line, WeChat atau Messenger lainnya

Modus penipuan ini bisa terjadi dengan memanfaatkan kelalaian seorang penjual atau Sosial engineering. Banyak penjual online yang terkadang tidak melakukan check rekening via ATM dengan alasan kesibukan / tidak sempat. Dan pembeli biasanya hanya meminta pembeli untuk memfoto struk / resi transfernya sebagai bukti lalu di kirimkan kepada penjual melalui Messenger.

Saat ini untuk memanipulasi, membuat, merubah suatu dokumen bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Banyak software untuk melakukan perubahan pada suatu dokumen atau lebih di kenal dengan istilah edit dokumen, mulai dari stiker palsu, ijazah palsu sampai dengan uang palsu pun bisa di buat dengan berbagai software saat ini.

Cara ini jugalah yang di gunakan oleh pelaku penipuan online untuk memperdayai korbannya, baik itu seorang pembeli online maupun penjual online. Foto bukti transfer via ATM saat ini tidak bisa di katakan sebagai cara yang yang paling aman untuk memverifikasi pembayaran online.

Jadi kesimpulannya, social media dimasa sekarang bisa dikatakan sebagai media untuk melakukan suatu kejahatan cyber, apalagi dengan adanya teknik social engineering maka semakin marak lah tindak kejahatan cyber. Semakin maju perkembangan teknologi maka semakin banyaknya celah untuk para pelaku kriminal didunia cyber. Seperti yang saya katakan diatas tadi, teknologi salah digunakan tergantung niat dan pribadi masing, terutaman di Indonesia yang rata-rata masyarakatnya masih awam dalam teknologi jadi tidak heran jika tindak kejahatan dunia cyber itu marak dikalangan masyarakat awam. Jika memang penegakan hukum cyber adalah satu-satunya solusi terbaik.

Referensi:
http://yusylenorby.blogspot.sg/2014/10/social-engineering.html
http://trimuerisandes.blogspot.sg/2015/09/contoh-kasus-cyber-crime-social.html
http://more-read.blogspot.sg/2012/06/cyber-crime-social-engineering-dan.html

0 komentar:

Posting Komentar